Oret-oret anak lampung (bag. 1)

 

Lagi, hari-hari berlalu begitu cepat. Tanpa ku sadari sekarang umurku telah menginjak usia 18 tahun, angka yang belum menunjukkan sebuah kematangan dalam bertindak serta berfikir, namun kusadari waktuku tidaklah banyak. Inilah kehidupanku, seorang mahasiswa S-1 di intitusi yang hm… kata orang sih amat sangat membanggakan, yang katanya merupakan institusi harapan bangsa. Banyak masyarakat yang menggantungkan harapannya kepada kami, para mahasiswa untuk memberikan suatu kesejahteraan bagi mereka.

Pagi ini kujalani hari liburku seperti biasa, membantu mama memasak, beres-beres kamar, baca-baca Koran. Kegiatan yang, yah.. biasa aja. Terkadang aku berfikir, kenapa harus ada liburan yang begitu lama untuk kami, 3 bulan bukan lah waktu yang lama untuk memberikan atau menyumbangkan suatu karya. Namun 3 bulan merupakan waktu yang cukup lama bila harus melewatinya dengan sebuah suatu rutinitas yang biasa-biasa saja, flat kalau kata orang luar. Aku memang orang yang mudah merasakan suatu kebosanan dalam rutinitas yang terjadi, namun aku belum meiliki cukup keberanian untuk menjadi soearng pionir perubahan itu.  Belajar dari pengalaman, suatu perubahan tak akan membuahkan hasil yang maksimal bila tidak didasarkan pada suatu asas yang benar atau mendasar atau bisa disebut juga hakiki. Maka untuk menghasilkan sutu perubahan yang maksimal, perlu dipelajari apa saja asas yang mendukung perubahan tersebut.

Sempat terfikir oleh ku untuk membuka suatu wirausaha untuk mengisi waktu 3 bulan ini, namun lagi-lagi banyak pertimbangan yang menggagalkannya. Bisa jadi liburan kali ini hanya flat namun bisa jadi liburan kali ini bisa amat sangat bergelombang, ho..ho..ho.. ada tawaran dari teman untuk membuat gebrakan baru dalam mengenalkan wilayah serta budaya LAMPUNG, why ? yah karena gak bisa dipungkiri lagi ada salah satu kromosomku yang membawa gen lampung itu. Gak ada salahnya juga sih memamerkan budaya serta pariwisata lampung kemata seluruh penduduk Indonesia apalagi dampaknya bisa sekalian melestarikan budaya lampung itu. Bangga nian hati ikam lamen gheno, he..he..he.. sedikit bahasa lampung gak papalah ya.

Ada sedikit keraguan dalam hati, apakah akan tercapai impian ini ?, atau hanyalah angan-angan belaka yang akan menghilang seiring tiupan angin. Tidak, dengan segala tekad yang kita  punya kita akan mewujudkannya. Kita ????, ehm maksudnya saya dan teman-teman lo. Perembukan mengenai gebrakan tersebut pun tak terhindar lagi, banyak tanda tanya mengisi perembukan tersebut, mulai dari kayakmana nih caranya ? , trus mau dimana ?, sampai pertanyaan mengenai siapa saja orang yang akan berpartisipasi dalam gebrakan tersebut. Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, uo.. gak nyampe berbulan-bulan juga sih rembukannya kan liburnya cuman 3 bulan e. Akhirnya didapatlah kesepakatan untuk mengadakan acara tersebut di institusi kami tercinta, kenapa ? hm… disanakan udah gak lagi diregional lampung tu, apalagi mahasiswanya kan dari berbagai daerah, kan pas banget kayak Indonesia tapi versi mininya gitu. Fix bandunglah tempat dimana kami akan memulai gebrakan itu.

Perembukan babak 2 dan teman-temannya pun segera kami lakukan untuk merealisasikan mimpi kami. Ditemukan hasil-hasil yang luar biasa, kenapa ditemukan ? karna kebanyakan ide tersebut berasal dari penemuan fakta-fakta yang  ada dari teman-temanku he.. he.. he… walaupun mereka terilhami oleh acara lain sih. Sudah ditentukan bahwa realisasi dari mimpi kami adalah sebuah acara pagelaran seni budaya serta pariwisata lampung yang akan diadakan pada akhir bulan November. Kenapa November ? liburan kan biasanya bulan desember tuh jadi biar masih terngiang-ngiang wisata dan budaya lampungnya gitu jadi liburannya ke lampung deh, #ngarep deh… Trus, kenapa coba acaranya berupa malem pagelaran gitu ? ngarang dulu ya, kan kita, ups kami mau buat gebrakan nih cara yang efektif itu buat suatu malem pagelaran gitu-tu. Soalnya dengan adanya pagelaran ini bisa ngipnotis orang yang dateng untuk mengenal lampung lebih dalam lagi.

Akhirnya, liburan yang yah cukup lama dan cukup sebentar ini bisa membuahkan sesuatu benih dari terkenalnya seni budaya serta pariwisati lampung di seluruh pelosok dunia, #ngarep. Berhubung dan dihubung-hubungkan perencanaa + pengerjaan acaranya masih dalam proses so belum bisa cerita banyak ni, jadi tunggu cerita lanjutannya ya  🙂

Advertisements

One thought on “Oret-oret anak lampung (bag. 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s