Senandung dipagi ini

Ya, mungkin anda yang membaca ini tidak akan tertarik dengan apa yang akan saya sampaikan nanti. Seperti biasa, ini mengenai seorang anak manusia yang hingga kini masih belum beranjak dewasa. Mengapa demikian ?, karena dia belum ingin untuk beranjak dewasa tentunya. Suatu pertanyaan dan jawaban yang cukup simpel, namun memiliki banyak arti. Hohohihihihihi #radamendramatisir.

Dewasa, suatu kata yang sampai sekarangpun saya masih mempertanyakannya. Ada bermacam pertanyaan tentunya, seperti apakah sebuah kedewasaan dinilai dari usia ?, apakah bila sudah dewasa kita menjadi lebih bijak ?, apakah dewasa itu pilihan ?, apakah menjadi dewasa dapat membuat kita lebih memaknai hidup ?, dan banyak pertanyaan lainnya. Dari sekian pertanyaan tersebut, yang pasti dan selalu menggelitik telinga saya ketika mendengarnya adalah kata-kata bahwa tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Suatu kata yang sampai sekarang ini pun masih menghantui dan membuat saya mulai mencari-cari makna yang ada didalamnya. Hahahaha rada lebai sih ya.

Tua, tentunya dilihat berdasarkan batasan umur yang ada dari si pemilik umur. Manusia dengan rentang umur 20-30 tahun akan dikatakan muda oleh manusia yg memiliki umur 40-50 tahun. Sedangkan manusia dengan rentang umur 5-10 tahun  akan dikatakan muda oleh manusia yang memiliki rentang umur 20-30 tahun. Hal ini pun akan terjadi sebaliknya. Dari penjelasan itu, tua merupakan suatu kata yang menggambarkan manusia dengan rentang umur yg lebih kecil memanggil atau memandang seseorang atau sesuatu yang memiliki rentang umur yang lebih besar dari dia. Dalam hal ini dan masih menurut pandangan saya, tua mendefinisikan seberapa banyak waktu yang telah dia habiskan untuk menjalani hidup ini. Terdapat kata dan makna pengalaman didalamnya. Sebuah kata yang amat sederhana namun memiliki arti yg cukup dalam untuk menggugah hati seseorang agar hormat dengan orang yang menyandang gelar tua tersebut.

Sejauh 3 paragraf tulisan ini tertulis, sebenarnya belum didapatkan definisi dari dewasa itu sendiri. Sulit sepertinya bagi saya yang memang belum mengetahui dan mengerti tentang sebuah kedewasaan untuk mendefinisikannya secara nyata dalam tulisan ini. Dewasa menurut saya adalah tahapan yang telah dicapai oleh seseorang yang memiliki hati yang bersih dimana dia sudah dapat memilih serta menentukan apa yang akan dia lakukan didalam berbagai aspek tanpa terpengaruh oleh racauan orang lain. Yap yang saya maksud dengan tanpa terpengaruh racauan orang lain adalah, si orang yg telah dewasa ini akan menentukan apakah racauan orang lain itu patut dipertimbangkan atau tidak, bukan sebaliknya dia malah mengikuti dengan langsung tanpa mempertimbangkan apakah itu sesuai dengan visi dan misinya atau tidak. Pada akhirnya, tahapan inilah yang menurut saya paling sulit dilakukan hingga saat ini. Untuk mencapai tahap dewasa tersebut, tentunya ada banyak proses yang harus dilalui, salah satunya adalah proses perkuliahan seperti yang sedang saya jalani dikampus gajah ini. Yap tahapan paling akhir yang sampai saat ini masih masih menjadi suatu momok yang selalu menanti diakhir minggu. Sudah sampai manakah tugas saya ?, sudah selesaikah model yang dibuat ?, sudah benarkah topik yang saya pilih ?, akan selesaikah ini ?. Yuhu pada akhirnya kedewasaan itu harus segera saya tumbhukan secara paksa mungkin, ya agar semua pertanyaa tersebut terjawab sesuai dengan visi dan misi saya dalam menjalani hidup ini :).

Selamat mencoba untuk mencapai tahap dewasa kawan, akan ada banyak rintangan yang menanti untuk segera kita pecahkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s