Sesiang ini dihadapan pasopati~

Pagi ini, angin bertiup begitu lembutnya, menyapa melalui celah jeruji jendela~

Sesiang ini, rupanya telah banyak air mata yang rupanya telah jatuh membasahi wajah ini. Sungguh betapa besar rasa kasih sayang Allah swt kepada hamba-Nya yang penuh dosa ini. Sudah tidak dapat terhitung lagi berapa banyak nikmat yang telah Allah swt berikan kepada hamba-Nya ini. Yup, sungguh telah berkali-kali Allah swt mengingtakan diri ini untuk bisa menahannya, yup menahan rasa ini. Sungguh sedih ketika membaca salah satu postingan teman, ya dia bercerita tentang “His Future Wife”. Suatu tulisan yang entah mengapa sangat membuat saya tergugah untuk membacanya. It tell us about what he was thinking for his future wife. Oh, really make me more embrase. yup malu kenapa ? malu karena dia begitu ingin menjaga dirinya agar tidak saling mengetahui dan tidak saling mengenal lebih jauh sebelum ada suatu ikatan yang sah. Dia meyadari hal tersebut akan melukai diri keduanya, akan mengalirkan dosa untuk keduanya. Helaan nafas terdengar begitu beratnya siang ini. Ya, dia telah menyadarkan ku bahwa beberapa hari ini ada suatu kesalahan yang telah ku lakukan. Mungkin tulisannya di pagi ini merupakan bentuk kasih sayang Allah swt kepada diri ini agar menyadari bahwa yang telah dilakukan beberapa hari ini adalah hal yang salah. Sungguh nikmat Allah swt yang mana lagi kah yang akan aku dustakan ?, melihat begitu besar rasa kasih dan sayang Allah swt terhadap diri ini.

Siang ini masih sama seperti siang-siang biasanya, ya masih sama. Siluet gunung pun masih terlihat di ujung jendela ini. Siang esok pun akan masih sama dengan siang ini ataupun dengan siang sebelumnya. Namun apakah diri ini masih memiliki keimanan serta rasa cinta yang sama kepada Allah swt dengan hari sebelumnya ? hanya diri ini yang bisa menjawab. Yup hanya tindakan dan iman yang bisa menjawab semuanya. Sesungguhnya telah sering diri ini mendengar, orang yang celaka adalah yang hari ini lebih buruk dari hari sebelumnya, orang yang merugi adalah yang hari ini sama seperti hari sebelumnya, dan orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari sebelumnya. Yup, sering mendengar belum tentu terpatri didalam diri bukan ?. Semoga dengan menulisnya disini, diri ini akan terus mengingat bahwa pernah ada suatu titik dimana diri ini benar-benar ingin berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi, ya lebih baik lagi dalam mengenal Allah swt, Rasulullah saw dan Islam. Yuhu~ sudah lama kata ini tidak terucap dan tidak tertulis kembali, yuhu~ mari memperbaiki diri, mari memperbaiki ilmu, mari memperbaiki cinta, mari memperbaiki amal.

suatu siang di hadapan pasopati

-ogut-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s