Egois

Egois, suatu kata yang cukup sering aku ucapkan akhir-akhir ini,

Egois, suatu keadaan dimana hanya mementingkan kepentingan, keinginan, pandangan, serta tujuan diri sendiri. Sometimes, it make you fell that “I’m the right one”. Ya, tanpa menyadari bahwa dengan sendirinya kita telah membuat diri kita berada dalam lingkup suatu tempurung. Tempurung besar dari kepentingan, keinginan, pandangan serta tujuan dari diri sendiri, yang isinya all about me.

Egois, ketika kita tidak melibatkan orang lain didalamnya, ya didalam ke-egois-an kita, it doesn’t make any problem. But when we make others people be into our circle of egoism, It would be a BIG problem. Bahkan orang terdekat mu akan menjadi musuh terbesarmu ketika egoisme itu muncul. Ya, bayangkan, ketika kita ingin menjadi pebisnis, namun orang tua menginginkan kita untuk menjadi pelindung warga seperti halnya seorang polisi. It would be a big problem between you and your parents, when you keep your egoistic. Hal terbaik disaa-saat seperti ini adalah berusaha mendengarkan apa yang orang tua katakan bukan ?, disambi dengan tentunya tetap memperjuangkan apa yang kita inginkan. Perjuangan yang dilakukan melalui kerja nyata, bukan kerja suara. Hasil akhir dari apa yang kita perjuangkan dan kita coba perjuangkan akan menentukannya, apakah kita layak menjadi seorang pebisnis atau kita lebih layak menjadi seorang pelindung warga.

Paragraf diatas mungkin membicarakan sekilas tentang egoisme dengan perumpamaan antara anak dan orang tuanya. Namun dari sudut pandang yang lain hal tersebut juga bisa coba diterapkan dalam hal hubungan dengan orang terdekat lainnya, seperti halnya sahabat, adik, kakak atau teman sepermainan. Ya kunci dari sebuah ke egoisan adalah berusaha memecahkan tempurung ke-Aku-an agar dapat menerima setidaknya hal-hal yang orang lain juga rasakan.

Tulisan ini hanyalah setitik renungan di bulan ramadhan ini,

Maaf, ya maaf untuk ke-egois-an ku selama ini, maaf karena telah membuat hal yang biasa menjadi tidak biasa, maaf karena telah sempat menyakitimu dengan segala ke-egois-an ku

bandung, 28 juni 2015

suatu tempat disudut hembusan angin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s