Arta Ariasena (2)

“Ly, udah deh aku nyerah sama semua ini ly. Ini udah tahun ke lima kuliah dan masih aja gagal buat kuliah dikampus sebelah”, ratap Arta setelah melihat papan pengumuman. Ini merupakan tahun kelima perkuliahan kami dan Arta masih tetap konsisten dengan segala keinginannya, dengan segala cita-citanya. Tamparan, ya mungkin ini kata yang tepat bagi Arta saat ini, di tahun kelima kuliahnya, dia masih saja mengacuhkan segalanya, segala hal tentang kampusnya hanya karna gemerlap dan wibawa kampus sebelah. “Arta, buat apa kamu meratapi semuanya, toh udah berjalan lima tahun kan kamu kuliah dikampus ini, dan sudah dalam lima tahun itu juga kamu berusaha menggapainya namun nasib berkata tidak bukan. Ta, udah ada beberapa teman kita yang wisuda lo ta, kita masih mau gini-gini aja ta ?”, bisik Lily. Biasanya kata-kata itu terasa hambar bagi Arta ya, karena sudah sering dia mendengarnya terutama dari Lily. Namun kali ini kata itu begitu dalam menghujam. Berjuta detik dia lalui, beribu berpuluh kesempatan dia lewati hanya untuk mengejar citanya. Melalaikan kuliahnya, melalaikan tujuannya berada dikota ini. Ya, Arta merupakan anak perantauan, sudah sedari masa SMU dia meninggalkan kota kelahirannya, palembang, untuk menggapai cita di kota pelajar ini Yogya. Berbekal kebulatan tekad untuk menggapai cita, tak satupun rasa takut menghinggapi diri untuk menggagalkannya bersekolah dikota pelajar ini. Kini tekad itu tak sekuat kala pertama dia datang dikota ini, tak semembara kala pertama kali nama kota ini terucap di mulutnya. Kini dia tersadar, dirinya sudah lalai dan lupa akan tujuan utamanya, terlalu tersilaukan oleh kemilau kampus sebelah. “Ly, aku gak mau sia-sia Ly. Aku gak mau lima tahun ku terulang kembali Ly”, tetes air mata membasahi pipinya ketika itu. “Iya Ta, iya kamu bisa berubah ko Ta, kita bisa berubah Ta, ingat tidak ada kata terlambat bukan untuk sebuah revolusi diri. Ayo Ta kita awali semuanya Ta, Allah tidak akan mengubah nasib seorang hamba bila dia tidak mau berusaha dan berdoa bukan”. Pelukan Lily kini semakin erat sederas air mata Arta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s