“Mengapa ada seseorang dengan yakinnya mengatakan, aku akan menikah dengannya”

Terkadang tidak habis pikir, bahwa hidup kita yang awalnya sendiri akan terisi dengan berbagi bersama orang lain, bukan hanya berbagi dalam waktu yang sebentar, namun berbagi dalam sisa waktu yang kita punya. Bahkan hingga di usia yang kembar ini pun, kata  menikah menjadi suatu hal yang asing. Banyak orang berkata bahwa diusia yang sudah hampir mendekati seper 4 abad, sudah sewajarnya untuk memikirkan terkait menikah. Dulu sepertinya mengatakan “Aku sepertinya akan menikah setelah lulus”, seperti entengnya mengatakan aku besok mau makan nasi goreng. Mungkin karena dulu hakikat dan dasar dari menikah itu sendiri belum benar-benar dipahami. Bahkan belum benar-benar tahu apa-apa yang harus dipersiapkan.

Kini, walau kondisinya masih sama dan masih belum mempersiapkan apa”, entah mengapa kata “menikah” menjadi suatu hal yang sepertinya tidak begitu pasti untuk dilakukan. Kepastiannya bahkan tidak lebih pasti dari paparan laporan-laporan yang dikejar-kejar orang dinas
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s